Dilema! Tetap #Dirumahaja atau Terpapar COVID-19

0 41

Tetap (stay at home) untuk menghindari atau tetap beraktifitas seperti biasa di luar rumah tapi berisiko terpapar COVID-19, merupakan dilema berat yang saya bersama keluarga rasakan saat ini. Kebetulan kami (saya,suami dan anak) adalah orang yang tinggal di kota dengan status perantau yang jauh dari sanak saudara.

Dimana sejauh yang saya tahu saat ini pemerintah sudah memberlakukan larangan mudik lebaran untuk tahun ini. Itu artinya kami tidak bisa pulang ke kampung halaman dan harus tinggal di kota saat ini dalam kondisi bagaimanapun hingga waktu yang belum ditentukan.

Saat ini aktifitas saya bersama anak tetap di rumah dan tidak melakukan aktifitas diluar ruangan kecuali keluar untuk membeli bahan pokok sehari-hari. Namun, suami harus tetap beraktifitas di tempat kerja untuk mencari nafkah bagi kami anak dan istri dirumah.

Hal ini menjadi dilema bagi saya dan keluarga terutama saya pribadi. Meskipun masih bekerja, namun saat ini tempat bekerja suami mulai memberlakukan aturan penambahan hari libur dimana yang tadinya hari libur hanya sekali dalam sepekan, kini perusahaan memberikan libur hingga 3x dalam seminggu.

Tentu ini membuat rasa was-was selalu menghantui kami sekeluarga bagaimana jadinya jika tempat suami bekerja terpaksa harus tutup atau suami dirumahkan tanpa dibayar oleh perusahaan, darimana kami makan nantinya.

Tapi kami juga lebih was-was dan takut dimana saya merasa takut bila suami terus bekerja lalu tiba-tiba suami harus tertular wabah dan menulari kami di rumah, tapi saya juga tidak bisa berbuat banyak apabila suami harus tetap dirumah aja dan tidak bekerja, maka kami akan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari seperti makan dan lain-lain.

Saya tahu, bukan hanya kami yang merasakan hal ini, melainkan juga kita semua orang merasakan hal yang sama semenjak adanya pandemi yang menyebar keseluruh penjuru dunia. jenis baru ini bahkan sudah merambah di semua wilayah di Indonesia dengan kasus terbanyak di ibu kota DKI Jakarta.

Data penyebaran Virus di Indonesia

Saat ini penyebaran virus sudah menyebar ke 34 Propinsi dari 34 Propinsi yang ada, dengan jumlah Kabupaten yang terdampak virus corona sebanyak 288 Kabupaten/Kota dari 514 Kabupaten/Kota yang ada di seluruh Indonesia dengan rincian sebagi berikut:

NoWilayahKasusSembuhMeninggal
1DKI Jakarta3869337367
2Jawa Barat9519678
3Jawa Timur79614088
4Jawa Tengah6668858
5Sulawesi Selatan44010637
6Banten3823340
7Nusa Tenggara Barat206224
8Bali194814
9Papua115326
10Kalimantan Selatan150106
11Sumatra Selatan129183
12Sumatra Barat121 2314
13Kalimantan Tengah112105
14Sumatera Utara1112112
15Kalimantan Timur 107121
16Kalimantan Utara9021
17Kepulauan Riau8698
18Daerah Istimewa Yogyakarta83377
19Kalimantan Barat5173
20Sulawesi Tenggara4562
21Lampung42105
22Sulawesi Utara40113
23Riau39144
24Sulawesi Tengah3633
25Sulawesi Barat3511
26Jambi3210
27Maluku Utara2620
28Maluku22110
29Papua Barat1601
30Gorontalo1401
31Kepulauan Bangka Belitung1021
32Aceh941
33Bengkulu811
34Nusa Tenggara Timur110
Total34/34 Propinsi90961151765
Table data di atas adalah jumlah kasus valid yang terdata pada coronavirus map situs covid19.go.id per 27 April 2020 PKL 16.00 WIB

Seperti yang kita ketahui, Pandemi telah mewabah secara global ke seluruh dunia. Dengan adanya pandemi COVID 19 memaksa negara-negara terpapar virus corona ini untuk memberlakukan dibeberapa wilayah.

Indonesia sendiri sudah mulai memberlakukan LockDown wilayah melalui Badan Penanggulangan Bencana dengan menerapkan status PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di beberapa wilayah seperti DKI Jakarta, Surabaya dan kota-kota lainnya untuk mencegah meluasnya penyebaran virus corona.

lockdown dilema antara tetap #dirumahaja atau terpapar covid19
ilustrasi dilema yang dialami sebagian besar masyarakat antara tetap kerja dari rumah atau terpapar covid19. Sumber Gambar oleh Sayyid 96 dari Pixabay

Enam kegiatan inti aturan PSBB dalam pasal 13 Permenkes 9 tahun 2020 adalah:

  1. Peliburan sekolah dan tempat kerja
  2. Pembatasan kegiatan keagamaan
  3. Pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum
  4. Pembatasan kegiatan sosial dan budaya
  5. Pembatasan moda transportasi
  6. Pembatasan kegiatan lainnya khusus terkait aspek pertahanan dan keamanan

Dengan adanya pemberlakuan status PSBB memaksa kita untuk tetap di rumah aja agar terhindah virus corona. Namun, PSBB menyebabkan jumlah pengangguran meningkat karena beberapa perusahaan terpaksa sebagian karyawannya dirumahkan tanpa gaji karena hasil produksi tidak dapat dijual dengan semestinya sehingga perusahaan harus memangkas biaya operasional.

Selain memberlakukan PSBB, pemerintah juga berupaya memberi bantuan bagi masyarakat dengan mem

Dampak Pandemi COVID19 terhadap perekonomian dunia.

  • Dampak akibat pandemi covid-19 terhadap perekonomian dunia yang mewabah seluruh dunia saat ini adalah
  • Jumlah pengangguran meningkat akibat tindakan lockdown dan pembatasan sosial.
  • Disejumlah negara, Industri jasa terpuruk akibat pandemi yang memaksa sejumlah toko tutup akibat penjualan ritel yng merosot dan membuat konsumen tetap di rumah.
  • Aktifitas manufaktur menurun, disejumlah produsen dan pabrikan diluar China yang mengandalkan material dan suku cadang dari China terhenti karena pabrik-pabrik China tutup sebagai upaya mengendalikan penyebaran virus.
  • Volume perdagangan anjlok, Badan Perdagangan Dunia (WTO) (24/4/2020) memperikarakan volume perdaganagan tahun 2020 bisa anjlok dikisaran 12,9% sampai 31,9% tergantung pada lintasan ekonomi global.

Dampak pandemi COVID19 terhadap perekonomian terutama adalah golongan masyarakat kalangan menengah kebawah dimana kalangan menengah kebawah dihantui dilema antara #dirumahaja untuk mencegah terpapar virus corona atau tetap beraktifitas diluar rumah seperti biasa untuk mencari nafkah bagi keluarga.

Apa itu COVID-19 ?

Coronavirus (COVID-19) adalah VIRUS menular yang disebabkan oleh virus jenis baru yang disinyalir belum pernah teridentifikasi pada manusia sebelumnya.

Dampak akibat Virus ini dapat menyebabkan penyakit saluran pernapasan (seperti flu) yang dapat menyebabkan penyakit parah hingga menyebabkan kematian pada orang yang terinfeksi virus jenis ini.

Gejala yang terindikasi pada penderita virus corona seperti batuk, demam, dan pada kasus yang lebih serius, pneumonia. Namun, pada sebagian besar kasus penderita virus ini tidak mengalami gejala.

Metode Penyebaran

Penyebaran utama coronavirus baru ini adalah melalui kontak dengan orang yang terinfeksi saat mereka batuk atau bersin, atau melalui kontak dengan tetesan air liur atau cairan/ lendir hidung orang yang terinfeksi.

Pencegahan

Pencegahan untuk menghindari dan mencegah virus corona antara lain yaitu dengan mencuci tangan secara rutin dan menghindari menyentuh wajah, dan sarung tangan, menghindari tempat keramaian dan tidak berkerumunan.

Jika sempat berinteraksi dengan orang yang dicurigai positif corona atau mengalami gejala-gejala yang menyerupai gejala vrirus corona sebaiknya segera menghubungi dokter atau dinas terkait untuk konsultasi dan mendapat arahan lebih lanjut.

Saat ini sudah banyak layanan kesehatan via telpon maupun online seperti Halodoc yang memberikan layanan yang “tanya dokter” untuk konsultasi terkaait virus corona maupun terkait kesehatan lainnya bahkan layanan beli obat dan vitamin tanpa harus keluar rumah.

Semoga dilema antara tetap #dirumahaja atau beraktifitas diluar rumah ini segera berlalu dan kita bisa kembali menjalani kehidupan seperti sedia kala. mari bersama jadi bagian pemutus rantai penyebaran virus covid-19, jaga kesehatan dan tetap #dirumahaja.

Artikel pilihan:

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More